Dulunya aku sama sekali tak berniat menjadi seorang PERAWAT dimana anggapanQ dulu kalau seorang perawat adalah seorang pembantu tapi karena orang tua lah aq harus mengalah.Meskipun sudah mengikuti berbagai macam test buat jadi Guru tapi pada akhirnya ibu masih menginginkan anaknya jadi seorang tenaga kesehatan.
Tahun 2009 saat aQ mendaftarkan diri kuliah di salah satu sekolah tinggi kesehatah di kotaQ sebenarnya sangat berat karena bukan keinginanQ.Setelah ditawari oleh petugas penerima MABA"Mbak pilih prodi bidan apa perawat?".Q sempat bingung,dengan seenaknya aQ jawab "Bidan Mbak".
Setelah sampai dirumah aQ merenung,yang jadi bidan di desaQ kan banyak?lah nanti aQ kerja dimana?dari situ esoknya aku menukarkan formulir untuk prodi S1 KEPERAWATAN dimana hidupQ akan Q habiskan selama 5tahun disana.Oh My God!
Saat pengumuman aku lulus test,tapi sama sekali hatiku tak senang beda dengan MABA yang lain dimana mereka menunjukan ekspresi kesenangan mereka seperti halnya dengan ibuQ.
Perjalanan semester pertama masih Q jalani dengan terpaksa dan masih belum ikhlas dalam menjalani takdirQ, Q masih tidak suka dengan apa yang ku jalani, tapi lambat laun aQ pun mulai menyukai ilmu kesehatan dimana didalamnya terdapat banyak seni dan banyak menolong orang,dan apa yang selama ini aku bayangkan kalau PERWAT hanya seorang pembantu sama sekali tidak.Justru karena perawat lah yang sangat berjasa pada pasien,tanpa pamrih mengorbankan keluarganya demi pasien,Pagi,siang,malam rela bekerja meskipun imbalannya sesua.Perawat seharusnya dihargai seperti guru.Mustahil tanpa perawat Rumah sakit bisa berjalan.
Dan perawat adalah Mitra Dokter bukan Pembantu Dokter.Keistimewaan jadi seorang perawat Q alami saat Q praktek,meskipun lelah tapi hati senang bisa membantu orang lain yang tak berdaya.
Q mulai senang dengan kehidupan yang Q jalani sekarang,jadi mahasiswa S1 Keperawatan,seorang calon perawat ditambah aQ menemukan seseorang yang bisa mengerti aQ,selalu menemani aQ dan mensupportQ disaat Q bersedih.I LOVE U(20.09.12)
Tuhan memang adil,dy merencanakan sesuatu yang tak terduga.
Terimakasih Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar